Berita

BPS Kab.Lamandau Sosialisasikan Metode Baru PDRB dan IPM

Diterbitkan pada tanggal 28 Oktober 2015

Proses penyusunan rencana, pengendalian serta evaluasi pembangunan sebagai langkah untuk penyempurnaan rencana berikutnya selama ini dirasa masih kurang komprehensif.

Pemahaman yang komprehensif tentulah menjadi syarat mutlak untuk terwujudnya dokumen rencana pembangunan daerah yang lebih baik, yang pada gilirannya dapat mendorong terselenggaranya pembangunan daerah secara lebih baik pula yang dibantu dengan angka analisis dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan manusianya sebagai pelaku utama kegiatan diwilayahnya.

Untuk mempersatukan konsep dan definisi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kepada lingkungan pejabat pemerintah daerah Kab.Lamandau, maka BPS Kab.Lamandau menyelenggarakan Sosialisasi Metode Baru PDRB dan IPM di Aula Bappeda Kab.Lamandau, Nanga Bulik (21/10/2015).

Kepala BPS Kab.Lamandau Agus Suhendar, S.Stat dalam laporannya pada pembukaan sosialisasi mengatakan bahwa di dalam prakteknya pembuatan buku PDRB tidak semudah membalikan telapak tangan, selama ini BPS dan Bappeda Kab.Lamandau selalu saling mengisi karena harus hadir dalam Rapat Konsultasi keliling Kalimantan Tengah dan regional Kalimantan dalam mempertajam fenomena pertumbuhan ekonomi diwilayah Kab.Lamandau, Kab./Kota terdekat, Kab/Kota se-Kalimantan Tengah bahkan se-Kalimantan.

“Oleh karena itu pelaksanaan sosialisasi ini memiliki arti yang sangat penting dan strategis dalam konteks penyamaan persepsi sekaligus pendalaman terhadap pengertian atau pemahaman metode baru filosofi penghitungan PDRB dan IPM untuk wilayah Kabupaten Lamandau,” ungkapnya.

Agus Suhendar juga menambahkan bahwa untuk praktek pembuatan buku IPM harus mediseminasikan hasil sensus penduduk dengan survey social ekonomi nasional diwilayah Kab.Lamandau untuk mendapatkan data variable kesehatan, pendidikan dan hidup layak. Maka kita baru bisa membuat angka IPM setiap tahun pada wilayah kabupaten/ kota masing-masing.

Dalam sambutan Bupati Lamandau yang dibacakan Sekretaris Daerah Kab.Lamandau Drs. Arifin LP. Umbing, MAP menjelaskan bahwa dalam filosofis penghitungan dari pembuatan angka PDRB perlu ditata ulang pada memori pejabat-pejabat pemerintah dan pemerintah daerah karena dengan adanya pengertian ini maka akan memudahkan para pembuat keputusan untuk meng-analisis keputusan yang tepat dan akademis.

“Setiap apa yang akan dilakukan perencanaan jangka panjang maupun menengah maka akan menemukan solusi yang tepat di sektor-sektor rill. Untuk itu saya minta kepada seluruh SKPD yang hadir pada acara sosialisasi ini agar mencermati dan memahami perubahan sektor yang akan dibahas pada yaitu dari 9 sektor menjadi 17 sektor,” pintanya.

Begitupun dalam mengukur capaian pembangunan manusia berbasis komponen dasar kualitas hidup yang disebut secara singkat adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan IPM sebagai salah satu alokator penentuan Dana Alokasi Umum (DAU). Oleh karena itu, filosofi penghitungan IPM perlu diketahui juga oleh pejabat-pejabat pemerintah dan pemerintah daerah sama halnya dengan PDRB, agar nanti dalam membuat perencanaan kedepan lebih mudah, dan tepat guna.

Dengan terselenggaranya sosialisasi metode baru PDRB dan IPM, diharapkan kualitas penyusunan dokumen rencana pembangunan daerah baik RPJPD, RPJMD, Renstra–SKPD, RKPD dan Renja-SKPD pada tahun-tahun berikutnya dapat makin meningkat, dan semakin baik sehingga dapat terwujud konsistensi antar dokumen rencana pembangunan daerah, dan konsistensi antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *