Berita

Bupati Lamandau Hibahkan Tanah 2 Hektar Untuk Lokasi Perkantoran Desa Rimba Jaya

Diterbitkan pada tanggal 08 April 2015

Bupati Lamandau Ir. Marukan, MAP meresmikan satu desa dari lima desa baru di Kab.Lamandau, yaitu Desa Rimba Jaya Kecamatan Sematu Jaya pada Kamis, 2 April 2015, yang juga dihadiri Ketua DPRD Kab.Lamandau, Unsur FKPD, Kepala SKPD serta Masyarakat Desa Rimba Jaya.

Desa Rimba Jaya merupakan pemekaran dari sebagian wilayah Desa Wonorejo Kecamatan Sematu Jaya dengan kode wilayah 62.09.06.2008 berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri  Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2015 Tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan.

Pembentukan desa baru ini berdasarkan Peraturan Daerah Kab.Lamandau Nomor 4 Tahun 2013 tentang Pembentukan Desa Hulu Jojabo, Desa Samu Jaya, Desa Perigi Raya, Desa Nanga Pamalontian dan Desa Rimba Jaya di Kabupaten Lamandau.

Berkenaan dengan telah terbentuknya Desa Rimba Jaya ini, Penjabat Kepala Desa yang telah ditunjuk beserta jajarannya agar dapat bekerja sama dengan seluruh unsur masyarakat agar segera membentuk Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dimana nantinya peran dari BPD bisa memberikan masukan-masukan yang baik dan bersinergi dengan pemerintahan desa khususnya dalam rangka menunjang pelaksanaan berbagai program pembangunan desa dalam memberikan pelayanannya untuk pembangunan desa.

Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) akan dilaksanakan secara serentak yang akan dilaksanakan pada tahun 2016.  Hal ini sesuai dengan ketentuan dalam PP Nomor 43 Tahun 2014 dan Permendagri Nomor 112 tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Desa. Serta mengingat perda tentang desa sebagai tindak lanjut PP 43 Tahun 2014 sedang dalam proses penyusunan.

Sehingga bagi desa yang kepala desanya masih kosong akan diisi oleh Penjabat Kepala Desa yang diangkat oleh Bupati Lamandau yang berasal dari unsur Pegawai Negeri Sipil Pemkab.Lamandau sesuai dengan ketentuan dalam PP. Nomor 43 Tahun 2014.

Dalam Sambutannya, Bupati Lamandau mengungkapkan ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian khusus yang nantinya akan dilaksanakan di desa, antara lain : 1) agar pihak Kecamatan Sematu Jaya terus berupaya melaksanakan pembinaan dan pendampingan bagi Desa Rimba Jaya ini, terutama dalam pelaksanaan tupoksinya. 2) memperhatikan dan melaksanakan kegiatan bina desa, yaitu program dalam rangka mempercepat pembangunan di desa dan untuk mewujudkan desa yang mampu melaksanakan program pembangunan desa secara mandiri dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.  3) penyelenggaraan pembangunan melalui dana ADD maupun dana desa dari pusat yangberasal dari uang negara yang sudah barang tentu dalam pengelolaannya menyesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku agar dapat dilaksanakan seefektif dan seefisien mungkin. 4) agar dalam waktu dekat, pihak Desa Rimba Jaya segera menyelesaikan batas desa dengan desa sekitar, baik itu dalam kecamatan maupun antar kabupaten, karena sebagaimana kita ketahui bahwa desa samu jaya ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Kotawaringin Barat, sehingga perlu koordinasi lebih lanjut. 5) penyiapan lahan perkantoran desa dan tanah kas desa, agar dapat dipergunakan dengan sebaik mungkin untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

“Oleh karenanya mengapa saya bersikeras agar lahan perkantoran dan tanah kas desa itu harus ada di setiap desa, karena selama ini kegiatan pembangunan fisik di desa masih kurang tertata, karena lahan yang tersedia tidak terfokus pada satu komplek yang direncanakan dari awal, sehingga bangunan fisik yang ada di desa terkesan kumuh karena berdempetan satu dengan yang lainnya, sementara lahan desa masih cukup luas untuk pembangunan tersebut. untuk itu, dalam upaya penataan  bangunan pemerintah di desa, maka setiap desa diharapkan mempunyai lahan khusus yang diperuntukkan sebagai  lokasi  bangunan kantor  pemerintah,” tegasnya.

“Mengingat ekspektasi dan dukungan saya begitu besar terhadap pembangunan desa, maka saya menghibahkan tanah hak milik pribadi saya seluas 2 hektar kepada Pemerintah Desa Rimba Jaya untuk dijadikan lokasi Perkantoran Desa Rimba Jaya, jangan sampai mengecewakan saya dalam komitmen bersama membangun desa”, ungkap Marukan yang disambut tepuk tangan dari masyarakat Desa Rimba Jaya yang turut hadir pada acara peresmian desa tersebut.

Bupati juga menambahkan bahwa perlunya penataan asset desa atau status kepemilikan  tanah/bangunan milik pemerintah di desa. Hal ini bertujuan untuk mengamankan asset desa yang ada dan memperjelas status kepemilikannya, pengalaman selama ini ada banyak asset desa berupa tanah Kantor Desa, SD dan Pustu, yang dicaplok oleh oknum tertentu atau dari pihak penghibah sebelumnya, hal ini terjadi karena asset tersebut tidak mempunyai status/bukti kepemilikan yang jelas dan sah. “Oleh karena itu, kami menginstruksikan kepada camat dan kades agar menginventarisir  asset/tanah desa, minimal memiliki surat keterangan tanah atau SKT”, jelasnya.

“Saya kira banyak hal lagi yang perlu mendapat perhatian kita semua mengenai pembentukan desa baru, namun menurut hemat saya, pihak desa harus pro aktif dalam berkoordinasi mengenai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan pembinaan kemasyarakatan, baik itu kepada camat maupun kepada SKPD teknis terkait”, imbuh Marukan. (run)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *