Berita

Dewan Riset Daerah Kab.Lamandau Periode 2015-2018 Resmi Dikukuhkan

Diterbitkan pada tanggal 18 November 2015

Dalam upaya menghadapi dan menyikapi globalisasi serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mempengaruhi dan menggeser pola kerja, Pemerintah Kab.Lamandau melalui Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda membentuk Dewan Riset Daerah Kab.Lamandau agar Pemerintah Kab.Lamandau memiliki daya saing dan mampu memiliki kapasitas perekonomian yang mensejahterakan seluruh warga masyarakatnya.

Acara Pengukuhan Dewan Riset Daerah Kab.Lamandau Periode 2015-2018 dilaksanakan pada hari Jumat, 13 November 2015 pada pukul 08.00 WIB bertempat di Aula Bappeda Kab.Lamandau. Pengukuhan Dewan Riset Daerah Kab.Lamandau Periode 2015-2018 dilakukan oleh Bupati Lamandau dan disaksikan oleh Ketua DPRD Kab.Lamandau, Unsur FKPD Kab.Lamandau, para kepala SKPD, Camat se-Kab.Lamandau, pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Kab.Lamandau, Kepala Sekolah SD-SMA se Kab.Lamandau dan tokoh masyarakat yang ada di Kab.Lamandau. Dewan Riset yang dikukuhkan sebanyak 18 (delapan belas) orang yang terdiri dari unsur akademisi, unsur birokrat, unsur swasta dan dari unsur tokoh masyarakat.

Bupati Lamandau, Ir. Marukan, M.A.P dalam sambutannya mengatakan bahwa” kegiatan akademis seperti penelitian dan kajian sangat penting eksistensinya sebagai dasar Pemerintah dalam menetapkan arah kebijakan yang akan dilaksanakan. Melalui Dewan Riset Daerah Kab.Lamandau diharapkan muncul ide-ide baru yang kreatif dalam pengembangan pembangunan di Kab.Lamandau serta menghasilkan inovasi-inovasi dengan memanfaatkan potensi lokal yang mampu bersaing pada skala yang lebih besar ”.

Setelah acara pengukuhan dilanjutkan paparan Dewan Riset Daerah dengan tema “Penguatan Daya Saing Melalui Inovasi Daerah” yang disampaikan oleh nara sumber dari kalangan akademisi Universitas Palangka Raya, Jhon Retei Alfri Sandi, S.Sos, M.si serta paparan “Peran, Aktivitas dan Fungsi Dewan Riset Daerah” yang disampaikan oleh Dr. Suharno, MP.

Dalam paparannya, Jhon Retei mengemukakan beberapa point penting terkait dengan pelaksanaan SIDa. Beberapa hal yang perlu dilakukan Pemerintah Daerah adalah membangun komitmen politik melalui Peraturan Perundangan atau Peraturan Daerah; komitmen pendayagunaan penataan ekonomi daerah yang baik bagi pengembangan ekonomi lokal yang berkesinambungan; komitmen meningkatkan kecerdasan masyarakat melalui Pengembangan IPTEK untuk menjadi daerah yang berprestasi; komitmen meningkatkan kerjasama baik nasional maupun regional untuk difusi dan alih teknologi dengan upaya mengikut sertakan partisipasi masyarakat; komitmen meningkatkan SDM yang terdidik, kreatif dan trampil; komitmen meningkatkan pemanfaatan potensi/produk unggulan dengan memberikan nilai tambah bagi masyarakat yang berorientasi lingkungan hidup berkelanjutan serta komitmen meningkatkan kapasitas daerah untuk berdaya saing sehingga tercipta Investasi Daerah yang optimal.

Sementara Dr. Suharno secara spesifik menjelaskan tujuan pendirian DRD berdasarkan UU No. 18 Tahun 2002 adalah memberikan masukan kepada Pemerintah Daerah untuk menyusun arah, prioritas kerangka kebijakan Pemerintah Daerah di bidang IPTEK; mendukung Pemerintah Daerah melakukan koordinasi di bidang IPTEK dengan daerah-daerah lain. Fungsi dan peran DRD untuk memberikan masukan kepada Pemerintah Daerah berupa pemikiran dalam rangka pemetaan kebutuhan IPTEK; mencari, memenuhi, merumuskan kebijakan dan arah pembangunan IPTEK sesuai dengan potensi keunggulan yang dimiliki; menentukan prioritas utama dan perangkat kepentingan permasalahan riset dan IPTEK; pemantauan, penilaian, evaluasi terhadap arah kebijakan IPTEK.

Setelah acara pengukuhan dilanjutkan dengan sidang paripurna komisi-komisi dalam Dewan Riset Daerah yang bertujuan untuk merumuskan agenda kegiatan yang akan dilakukan oleh Dewan Riset Daerah Kab.Lamandau Periode 2015-2018.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *