Berita

Festival Hulu Arai 2016, Lestarikan Permainan Tradisional

Diterbitkan pada tanggal 22 September 2016

Festival Hulu Arai 2016 dibuka pada tanggal 20 September 2016 oleh Wakil Bupati Lamandau. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lamandau Drs. H.Sugiyarto, M.A.P mengatakan bahwa dalam kehidupan masyarakat Dayak Tomun, Keanekaragaman budaya merupakan aset yang perlu di jaga, dipelihara, dibina, dan dikembangkan. Hal tersebut disampaikan Sugiyarto saat membuka festival Hulu Arai 2016 di lapangan Kartawana Nanga Bulik. Peserta Festival ini tidak hanya perwakilan Kecamatan, SKPD dan Sekolah saja, tapi juga ada dari suku-suku lain di Kabupaten Lamandau. Seiring dengan perjalanan waktu dan perkembangan jaman yang semakin canggih saat ini, mungkin masih ada kebiasaan (tradisi) budaya di masa lalu yang sudah hilang atau punah. “Menyikapi hal tersebut, sebagai wujud dari rasa kecintaan kita terhadap budaya, kami gelar festival Hulu Arai ini untuk menggali, menumbuh kembangkan dan melestarikan kebudayaan masyarakat Dayak Tomun,” ujar Sugiyarto. Dijelaskan juga bahwa kegiatan ini merupakan salah satu strategi Pemerintah Kabupaten Lamandau untuk melestarikan seni budaya dan permainan tradisional. Ia juga berpesan kepada instansi terkait untuk terus menggali dan melakukan pembinaan serta pengembangan seni budaya ini agar dapat disajikan dan dikemas sehingga menjadi tontonan yang menarik dan menjadi atraksi wisata yang bisa diandalkan. Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kabupaten Lamandau, Charles Rakam Mamud menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 20 hingga 24 September 2016. Charles menjelaskan di lapangan Kartawana khusus untuk game zone anak kampung dan gebyar kuliner kampung serta kawasan yakes. Sementara di Dermaga Batu Bisa Nanga Bulik untuk kegiatan Bakincah Arai. “Mengacu pada potensi budaya Dayak Tomun dengan keseharian masyarakat yang bersinergi dengan alam yang dapat dijadikan dasar branding pariwisata Kabupaten Lamandau sebagai Land of The Truly Dayak, maka festival seni budaya Lamandau tahun ini kami namakan festival Hulu Arai”, jelas Rakam. Kegiatan ini cukup banyak diisi dengan berbagai permaianan anak-anak Dayak Tomun pada jaman dahulu yang akan digelar diantaranya karnaval nusantara, kemudian game zone anak kampung lomba perang Sumpit Kampotal, Hadu Pedak Biji Karet, Senapan Baur Huwi, Laluncuran Palopah Pinang dan Sepatu Tampurung Nyiur. “Kegiatan lain Bakincah Arai yakni keahlian beraktivitas di sungai melalui permainan air seperti lomba Alkon Race, Alkon Hias, Ailungan, Bunta Liungan dan Maniti Katitian. Ada Pula Kuliner Kampung yakni lomba Masang Lomang,” jelas Rakam. Lapstik*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *