Berita

Lamandau Siap Wakili Kalteng Dalam Anugerah Pangripta Nusantara

Diterbitkan pada tanggal 30 Maret 2015

Bupati Lamandau Ir. Marukan, MAP menerima piagam penghargaan Anugerah Pangripta Nusantara Tingkat Provinsi Kalteng yang diserahkan langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang, SH pada 30 Maret 2015 di Aula Jayang Tingang Palangka Raya bersamaan dengan acara Musrenbang Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas serta seluruh Kepala Daerah se-Provinsi Kalimantan Tengah.

Dengan terpilihnya Kabupaten Lamandau sebagai Terbaik I Anugerah Pengripta Nusantara Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah setelah mengikuti seleksi dan penilaian bertahap dan berjenjang oleh Tim Penilai dari Provinsi Kalimantan Tengah, maka Kabupaten Lamandau akan mempersiapkan diri mewakili Provinsi Kalimantan Tengah dalam Anugerah Pangripta Nusantara Tingkat Nasional.

Anugerah Pangripta Nusantara adalah suatu penghargaan yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah yang memiliki perencanaan pembangunan terbaik dan dinilai sukses meningkatkan kualitas pembangunan daerah. Penilaian mengenai perencanaan pembangunan tersebut dilakukan Kementerian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Anugerah Pangripta Nusantara diberikan setelah mengikuti seleksi dan penilaian bertahap dan berjenjang oleh suatu tim juri independen yang dibentuk Bappenas RI.

Penghargaan ini bertujuan untuk mendorong daerah untuk meningkatkan kualitas penyusunan perencanaan pembangunan. Kriteria penilaian pemenang didasarkan pada keterukuran tujuan dan sasaran pemerintah daerah, adanya indikator kinerja, kelengkapan dan kedalaman dokumen pada rencana kerja pemerintah daerah, dan prakiraan anggaran tahun berikutnya.

Penghargaan itu terbagi menjadi dua jenis, yakni Pangripta Nusantara Utama untuk daerah dengan hasil perencanaan terbaik dan Pangripta Nusantara Pratama untuk daerah dengan hasil perencanaan baik. Masing-masing jenis terbagi lagi menjadi dua kategori yaitu A untuk daerah dengan sumber daya cukup besar untuk menyusun perencanaan pembangunan berkualitas dan B untuk daerah dengan kategori sumber daya belum optimal berkualitas tapi punya kemampuan.

Selanjutnya adalah tahapan penilaian RKPD Kabupaten/Kota Tahun 2014 di mana terdapat tiga tahap penilaian, yaitu: (1) Penilaian RKPD Kabupaten/Kota oleh Tim Penilai Provinsi yang terdiri dari Tim Penilai Utama, Tim Penilai Teknis, dan Tim Penilai Independen dengan bobot 30%. Pada tahap ini diambil 6 besar kabupaten/kota; (2) Wawancara/verifikasi oleh Tim Penilai Provinsi dengan bobot 40%. Pada tahap ini akan dieliminasi 3 kabupaten/kota; (3) Presentasi dan Wawancara oleh Tim Penilai Pusat dengan bobot 30%. Tiga kabupaten/kota terbaik akan diberikan penghargaan/trofi ketika Musrenbangnas dilaksanakan.

Tiap tahapan memiliki kriteria penilaian. Untuk tahap 1, terdapat aspek keterkaitan, konsistensi, kelengkapan dan pendalaman, serta keterukuran. Tahap 2 di antaranya proses perencanaan dari bawah (bottom-up), proses perencanaan dari atas (up-bottom), proses perencanaan teknokratik, dan proses perencanaan politik serta inovasi. Sedangkan tahap 3, selain aspek yang tadi disebutkan, tahap ini mengedepankan aspek presentasi dan wawancara.  (run)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *