Berita

Masyarakat Nanga Bulik – Kujan Gelar Acara Adat “Manuba”

Diterbitkan pada tanggal 26 September 2015

Masyarakat Kelurahan Nanga Bulik dan Desa Kujan menggelar acara adat “Manuba” di alur Sungai Lamandau tepatnya di sekitar Jembatan Sei Lamandau Desa Kujan, Sabtu (26/9) pukul 06.00 WIB sampai selesai.

Meski dalam suasana penuh dengan kabut asap, masyarakat tetap semangat mengikuti acara tersebut, terlihat dengan antusiasnya masyarakat berbondong-bondong menuju tempat kegiatan.

“Manuba” adalah acara/kegiatan adat tradisi masyarakat Kalimantan Tengah tidak terkecuali masyarakat Kab.Lamandau yang digelar pada musim kemarau panjang untuk menangkap ikan di sungai-sungai dengan terlebih dahulu melarutkan “Tuba” yaitu sejenis akar-akaran pohon hutan yang berkhasiat sebagai racun ikan (membikin ikan mabuk tidak berdaya) sehingga masyarakat dapat dengan mudah menangkap ikan dengan cara menombak atau dengan alat penangkap ikan lainnya. Acara “Manuba” ini juga dipercaya masyarakat sebagai sarana meminta hujan kepada Yang Maha Kuasa.

Wilayah Kab.Lamandau terdiri dari 8 Kecamatan, 85 Desa dan 3 Kelurahan dialiri beberapa sungai besar diantaranya Sungai Lamandau, Sungai Belantikan, Sungai Delang, Sungai Bulik dan sungai lainnya, oleh karenanya masyarakatnya pun sama-sama memiliki tradisi “Manuba”.

Sebelumnya masyarakat di kecamatan lainnya seperti Kecamatan Belantikan Raya dan Kecamatan Lamandau (Tapin Bini) juga menggelar acara adat “Manuba” pada sekitar awal September 2015 lalu.

Kini giliran masyarakat Kelurahan Nanga Bulik dan Desa Kujan yang melaksanakannya. Menurut Yadi (30) salah seorang warga Desa Kujan yang ikut melaksanakan mulai dari persiapan sampai dengan pelaksanaannya mengatakan bahwa untuk acara adat “Manuba” ini dipersiapkan kurang lebih 700 kg Tuba (racun ikan dari akar-akaran pohon hutan) untuk di celupkan di sungai.

“Kemudian pada pukul enam pagi tadi ada sekitar 100 buah lebih perahu/jukung dan sekitar 500 orang yang turut “Manuba”. “Diperkirakan sedikitnya 1 perahu memperoleh hasil 3 sampai 5 kg ikan, kebanyakkan ikan yang didapat adalah ikan lawang (patin sungai) dan sebagian ikan tapah,” ungkap Yadi. Semoga dengan digelarnya acara adat “Manuba“ tersebut dan dengan diiringi do’a, apa yang diharapkan masyarakat Kab.Lamandau yaitu agar segera turun hujan dapat segera terkabul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *