Berita

Rakernas Pemuda Katolik Dimulai

Diterbitkan pada tanggal 24 April 2016

Berdasarkan keputusan kongres ke 16 pemuda katolik 2015 di Batam memutuskan bahwa Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2016 diselenggarakan di Kabupaten Lamandau. Sejak 19 April 2016 lalu, ratusan peserta dari perwakilan pengurus Komisariat Daerah (Komda) dan Komisariat Cabang (Komcab) pemuda katolik seluruh indonesia berdatangan ke kabupaten paling barat di Kalimantan Tengah ini. Para peserta tidak di inapkan di hotel atau losmen, tapi menginap di rumah penduduk umat katolik. Tidak ada fasilitas khusus yang diberikan para peserta. Ketua panitia kegiatan,Marianus Apau mengatakan ini adalah sebagai gerakan moral bahwa kegiatan bermanfaat tidak harus mahal. Kader pemuda katolik harus bisa jadi contoh masyarakat , ikut merasakan apa yang di rasakan masyarakat, sehingga mampu melakukan tindakan nyata kepada masyarakat.

“ Rakernas ini diharapkan dapat mengisi hati dan intelektual pemuda katolik”, ujarnya, kemarin.

Saat pembukaan rakernas di GPU Lantang Torang, kemarin (20/4) sore. Ketua umum pemuda katolik RI, Karolin mengatakan tugas organisasi ini adalah mengisi kemerdekaan Indonesia dengan mencetak putra putri terbaik yang siap menjadi pemimpin-pemimpin berkualitas di negeri ini.

“ Karenanya, dengan melihat perhatian pemerintah pusat yang begitu besar kepada desa, maka kami ikut terpanggil dan berpartisipasi dalam mengembangkan desa sebagai unit terkecil di negeri ini”, ucapnya.

Sementara, Bupati Lamandau Ir Marukan selaku tuan rumah menyatakan jajaran pemerintah daerah bersama unsur legislatif, sangat mendukung dilaksanakannya kegiatan ini. Terlebih lagi tema yang diusung kali ini yaitu menghadirkan peran pemuda terampil di tengah umat dan masyarakat berbasis desa berdasarkan Pancasila. “ Jika memiliki tema ini lebih jauh maka kita mengharapkan agar para pemuda ini dapat memainkan perannya lebih banyak lagi, terutama pada tataran pembangunan yang dilaksanakan di desa”, terangnya. Maka itu, menurut Marukan dalam rangka pelaksanaan pembangunan di desa. Pemerintah Kabupaten Lamandau menyarankan kepada desa untuk menanggarkan dana dalam APBDes untuk kegiatan karang taruna yang bersifat pemberdayaan, poduktif atau pun investasi dan tidak lagi berupa kegiatan yang terkesan konsumtif.

“ Hal ini di maksudkan agar pihak desa dan pemuda desatidak terlena dengan dana, tapi harus mempunyai tujuan yang jelas, pemuda desa harus menjadi kader pembangunan sehingga mereka mempunyai peran signifikan bagi kemajuan, perkembangan pembangunan di desa”, tuturnya. Menurutnya, sudah saatnya para pemuda untuk turut campur dalam mengambil kebijakan dan perencanaan pembanguna, tidak hanya sebagai penonton, pengamat, dan pengkritisi saja.

Sekadar diketahui, kegiatan ini di hadiri staf ahli Menteri bidang Politik Kemenpora, Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan, Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi ( Kemendesa) serta Staf Ahli Pemprov yang mewakili Pj. Gubernur Kalteng.

“ Orang tua punya masa lalu, pemuda punya masa depan. Maka pemuda lah yang harus dicetak sebagai generasi harapan bangsa”, tegas staf ahli Menteri Bidang Politik Kemenpora, Dr Yuni Poerwanti ketika menyampaikan sambutan”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *