Berita

Seribu Bukung Kab.Lamandau Siap Catat Rekor MURI

Diterbitkan pada tanggal 07 Oktober 2015

Kabupaten Lamandau siap catat rekor Museum Rekor Indonesia  (MURI) dengan menggelar Festival Babukung pada 11 sampai 13 Oktober 2015 di Nanga Bulik. Pemkab Lamandau akan berupaya mengundang Museum Rekor Indonesia (Muri) dalam Festival Babukung ini untuk mencatatkan rekor penampilan tari topeng tradisonal terbanyak. “Festival babukung ini juga akan melibatkan penampilan seni budaya etnis lain seperti Jawa, Sunda, NTT dan Bali,” kata Bupati Lamandau Ir. Marukan, MAP.

Ir. Marukan, MAP menambahkan Festival Babukung ini merupakan program unggulan untuk mengangkat kesenian daerah, budaya dan adat istiadat yang telah berlangsung ribuan tahun yang lalu. Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa festival ini bertujuan untuk pelestarian dan pengembangan kesenian tersebut yang diharapkan mampu mengangkat harkat, martabat dan  mempopulerkan Kabupaten Lamandau ditingkat lokal, nasional maupun internasonal.

“Festival Babukung tahun ini sangat istimewa karena mengenalkan Babukung ke khalayak ramai dan akan ditampilkan lebih dari 1000 bukung yang berasal dari desa-desa di 8 Kecamatan, karena itu kita mengundang baik Pemerintah Provinsi Kalteng maupun luar Kalteng, juga akan mengundang Pak Gubernur untuk membukanya,” ungkapnya.

Festival ini juga dirancang sebagai bagian dari promosi wisata budaya Kabupaten Lamandau. Dipastikan, sebanyak 200 wisatawan mancanegara akan menghadiri event ini. “Kita akan mendapat kunjungan sekitar 200 orang wisatawan mancanegara yang mengikuti Sail Wonderful Indonesia,” jelas Marukan, dalam konferensi persnya beberapa waktu lalu.

Babukung sendiri merupakan ritual adat kematian Suku Dayak Tomun di Kab.Lamandau, yang menampilkan tarian topeng dengan karakter hewan tertentu, topeng ini disebut luha sedangkan para penari disebut bukung. Tujuan dari babukung untuk menghibur keluarga duka sembari menyerahkan bantuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *