Berita

Sukses….Festival Babukung 2016

Diterbitkan pada tanggal 28 Oktober 2016

Festival Babukung 2016 sukses digelar selama 3 hari (28-30 Oktober 2016) di Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau. Pembukaan Festival Babukung dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Lamandau, Jum’at (28/10), dengan melibatkan beragam suku yang ada di Lamandau untuk berpartisipasi dalam karnaval budaya pada rangkaian acara pembukaan tersebut. Di antaranya suku Toraja, Jawa, Bali, Batak, Banjar, Flores, Belu, Dayak Tomun, Minahasa, dan lain sebagainya. Festival yang memasuki tahun ketiga ini, dibuka oleh Bupati Lamandau, Marukan.

“Festival Babukung 2016 diikuti sedikitnya 13 kelompok dari perwakilan etnis, atau suku yang ada di Lamandau, serta satu kelompok peserta Karnaval Budaya perwakilan dari Lembaga Adat Dayak Kabupaten Kotawaringin Barat,” kata Ketua Panitia Festival Babukung 2016, FX Perwiragato, Jumat.

Perwiragato mengungkapkan, kehadiran seluruh etnis atau komponen bangsa ini dibarapkan bisa menciptakan kerikunan, kedamaian dan kekompakan dalam membangun daerah Lamandau. Intinya, Festival Babukung ini, didesain untuk menciptakan perdamaian, kerukunan dan kebersamaan dalam membangun Lamandau.

Dalam catatan panitia, seperti dilaporkan FX Perwiragato, jumlah peserta Festival Babukung yang digelar sampai Ahad (30/10/2016) itu, 880 orang peserta atau penari Bukung. Juga ada 40 pengiring musik, serta 88 orang official, meliputi perwakilan dari seluruh desa (85) dan kelurahan (3) di Lamandau.

Festival Babukung 2016 yang sudah berlangsung selama tiga hari tersebut, Minggu (30/10/2016) sore, akhirnya resmi ditutup oleh Bupati Lamandau Mas Labihi Patih Kunci Ir. Marukan.

Acara penutupan Festival Babukung 2016 ini tak kalah meriah jika dibandingkan pada saat pembukaan, Jum’at (28/10/2016) lalu. Ribuan pasang mata masih sangat antusias menyaksikan kegiatan seni budaya tahunan tersebut hingga saat penutupan. Dalam acara penutupan Festival Babukung 2016 itu juga ditampilkan beberapa perwakilan kategori Bukung yang menjadi pemenang.

Dalam kesempatan sebelum menutup acara, Marukan mengaku bahwa pihaknya sangat mengapresiasi kerja keras dan partisipasi dari seluruh panitia dan masyarakat kabupaten Lamandau.

“Saya yakin bahwa suksesnya gelaran ini berkat partisipasi total dari semua pihak, mulai dari para FKPD, SKPD, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh wanita dan semua pihak yang terlibat,” katanya.

Marukan juga mengakui, yang membuatnya bangga, kegiatan Festival Babukung 2016 telah berhasil mendapatkan respon dari masyarakat yang tidak hanya lokal Lamandau saja, tetapi hingga beberapa daerah tetangga seperti dari Kotawaringin Barat dan Kabupaten Sukamara.

“Kegiatan ini telah dapat pengakuan dan mampu memberikan daya tarik kepada seluruh masyarakat, termasuk dari sejumlah daerah tetangga yang sengaja datang ke sini (Lamandau) untuk melihat secara langsung,” katanya.

Atas dasar itu, Marukan berharap agar ke depan Babukung tidak hanya di tingkat lokal Kalteng saja, tetapi membidik perhatian dari daerah yang lebih luas lagi.

“Ke depan akan kita bidik dan kita akan gencar untuk mengenalkan Babukung tidak hanya di Kalteng, tapi di tingkat nasional dan bahkan internasional,” ucapnya.

Karenanya, Marukan yang juga ketua DAD Lamandau berpesan agar semua pihak, baik panitia maupun pihak kecamatan dan desa harus melakukan persiapan lebih matang. Sehingga Babukung sebagai identitas khas Lamandau bisa disuguhkan menjadi wisata budaya dan lebih dikenal luas.

Babukung merupakan seni budaya khas Suku Dayak Tomun Kabupaten Lamandau yang menggunakan topeng atau luha, sedangkan penarinya disebut bukung. Budaya ini dulunya berangkat dari ritual agama Kaharingan Suku Dayak Tomun untuk acara kematian. Bukung-bukung ini datang dari desa tetangga atau kelompok masyarakat dengan tujuan menghibur keluarga duka sembari menyerahkan bantuan. Saat ini budaya bukung diangkat dalam event Festival Babukung yang dikemas dengan apik mengedepankan keindahan seni luha/topeng, seni gerak tari/bukung dan harmonisasi kostum dengan berbagai kategori bentuk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *