Berita

Tingkatkan Kualitas Rencana Aksi PM2L Tahun 2015

Diterbitkan pada tanggal 24 Februari 2015

Program Mamangun Tuntang Mahaga Lewu (PM2L) adalah suatu program yang bertujuan untuk pengentasan Desa/Kelurahan yang tertinggal menjadi Desa/Kelurahan tidak tertinggal.

Pelaksanaan PM2L Tahun 2015 adalah tahun ke 7 sejak dicanangkan pada 25 April 2008 di Palangka Raya. Pada Tahun 2010 jumlah desa tertinggal sebanyak 45 desa dan desa sangat tertinggal sebanyak 11 desa, Tahun 2011 sebanyak 14 desa tertinggal di Kabupaten Lamandau, Tahun 2012 sebanyak 10 desa tertinggal dan Tahun 2013 sebanyak 7 desa tertinggal.

Sebagai salah satu program pengentasan kemiskinan dan ketertinggalan, PM2L telah banyak membantu masyarakat di daerah pedesaan dengan berbagai program dan kegiatan. Sesuai dengan kriteria desa tertinggal yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan relatif berdasarkan pada perhitungan 6 (enam) kriteria dasar dan 27 indikator utama. Selanjutnya kita patut berbangga melalui Penetapan Gubernur Kalimantan Tengah dengan Surat Keputusan Nomor 188.44/647/2014 Tentang Penetapan Status Desa Sangat Tertinggal, Desa Tertinggal dan Desa Maju Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2014, maka pada tahun 2015 ini Kabupaten Lamandau merupakan satu-satunya Kabupaten yang tidak lagi memiliki desa tertinggal, karena semua desa sudah masuk dalam kategori desa maju.

Bapak Bupati Lamandau melalui sambutannya pada acara Sosialisasi Rencana Aksi PM2L Tahun 2015 yang dibacakan oleh Asisten III Administrasi Umum Setda Kab.Lamandau menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak terkait atas kinerja yang telah dicapai terkait dengan PM2L. Namun beliau meminta kepada seluruh instansi terkait agar bekerja dengan lebih baik lagi, karena ada beberapa catatan penting terhadap hasil pelaksanaan PM2L Tahun sebelumnya antara lain : 1) Mekanisme perencanaan program belum sepenuhnya terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat desa yang dibahas dalam Musrenbangdes. 2)    Anggaran yang disiapkan untuk program tersebut masih kecil sehingga daya ungkitnya tidak signifikan. 3) Bantuan yang diberikan belum dimanfaatkan secara optimal karena ketidaksiapan masyarakat penerima. 4) Terdapat beberapa kegiatan yang pelaksanannya tidak sesuai dengan spesifikasi/standar yang tercantum dalam rencana Aksi. 5) Sosialisasi PM2L pada desa lokasi dirasakan masih sangat kurang dan perlu lebih diintensifkan.

“Untuk itu, kedepan, saya menginginkan Rencana Aksi PM2L yang disusun tidak hanya merupakan kompilasi program dan kegiatan yang masuk ke desa PM2L berdasarkan DPA yang ada di masing-masing SKPD tetapi harus memperhatikan aspek keterpaduan dan sinergitas antar kegiatan.

5

 

Untuk itu tahapan demi tahapan proses penyusunan rencana aksi harus benar-benar kita perhatikan dengan baik, paling tidak ada beberapa tahapan penyusunan Rencana Aksi yang perlu kita cermati dengan baik, mulai dari penyusunan profil desa, perumusan masalah dan kebutuhan, pemilihan kegiatan yang tepat sehingga semua kegiatan dapat terintegrasi dengan baik,” tegasnya.

 

Dalam kesempatan ini juga beliau meminta: Pertama, kepada Tim Koordinasi PM2L Kabupaten dapat merumuskan indikasi kegiatan yang dibutuhkan di masing-masing desa sasaran. Dengan dirumuskannya indikasi  kegiatan yang dibutuhkan  di masing-masing desa serta diketahuinya kebutuhan desa berdasarkan data profil desa sasaran, kita dapat menghitung secara indikatif berapa besar kebutuhan pendanaan Kegiatan PM2L. Kedua, supaya kepada SKPD menganggarkan dana pemeliharaan serta pembinaan desa-desa lokasi PM2L tahun sebelumnya supaya  fasilitas tersebut tetap terpelihara dengan baik dan tidak menurunkan skor indikator penilaian dan kategori desa maju.

Sebaik apapun program tidak akan ada gunanya tanpa komitmen yang kuat dari kita semua untuk secara terus-menerus memantau pelaksanaan kegiatannya serta melaporkan hasilnya, sehingga dapat dievaluasi untuk penyempurnaan program yang sama selanjutnya.

Acara Sosialisasi Rencana Aksi PM2L Provinsi Kalteng Tahun 2015 tersebut dilaksanakan Selasa, 24 Februari 2015 di Aula Bappeda Kab.Lamandau, yang dibuka secara resmi oleh Asisten III Administrasi Umum Setda Kab.Lamandau Drs. Saptono dihadiri oleh Tim Koordinasi PM2L Provinsi Kalteng terdiri dari beberapa SKPD antara lain Bappeda, BPMD, Dinas Perkebunan, Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan, dll, serta beberapa SKPD Kab. Lamandau termasuk Camat dan Kades.

Sedangkan Sosialisasi Rencana Aksi PM2L di 3 (tiga) desa lokasi yaitu Desa Ginih dan Desa Jemuat Kecamatan Batangkawa, serta Desa Cuhai Kecamatan Lamandau pada tahun 2015 ini akan dilaksanakan pada Minggu II Maret 2015 oleh BPMD Kab.Lamandau dengan melibatkan instansi terkait. (run)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *